Malin Kundang
September 5, 2026Putri Junjung Buih
September 11, 2026I La Galigo adalah naskah epik dari tanah Bugis di Sulawesi Selatan yang dianggap sebagai salah satu karya sastra terpanjang di dunia. Naskah ini berisi kisah penciptaan dunia serta kehidupan para dewa dan manusia, dan ditulis dengan aksara Lontara.
Dunia atas dan dunia bawah
Dalam kepercayaan yang tertuang dalam epik ini, alam semesta terdiri dari beberapa lapisan. Dunia Atas ditempati para dewa, dunia tengah adalah bumi yang saat itu masih kosong, dan dunia bawah berada di dasar air. Para dewa di Dunia Atas bermusyawarah untuk menurunkan salah seorang keturunan mereka agar bumi tidak kosong.
Batara Guru turun ke bumi
Pilihan jatuh pada Batara Guru, putra raja Dunia Atas. Ia diturunkan ke bumi dengan upacara besar. Setelah ia berada di bumi, kehidupan manusia mulai tumbuh. Ia menikah dengan We Nyiliq Timoq, putri dari dunia bawah. Dari keturunan merekalah muncul para tokoh yang menghuni cerita I La Galigo.
Sawerigading sang pelaut
Tokoh yang paling dikenal dalam epik ini adalah Sawerigading, seorang pelaut gagah dan pemberani. Ia memiliki saudari kembar bernama We Tenriabeng. Dalam kisahnya, Sawerigading merasa tidak boleh menikah dengan saudarinya sendiri sehingga ia harus mencari pasangan di negeri lain.
Ia mendengar kecantikan seorang putri bernama We Cudai dan bertekad meminangnya. Untuk menyeberang, ia membutuhkan perahu yang kuat. Karena itu ia menebang pohon raksasa bernama welenreng untuk dijadikan perahunya. Pelayaran Sawerigading menuju negeri We Cudai dipenuhi petualangan, ujian, dan pertarungan.
Naskah yang sangat panjang
I La Galigo disebut demikian karena tokoh bernama La Galigo, putra Sawerigading dan We Cudai, yang juga menjadi bagian penting kisah. Naskah ini sangat panjang, sehingga dikenal sebagai salah satu karya sastra terpanjang. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Bugis kuno dengan gaya puitis.
Selama berabad-abad, naskah ini disalin dan dibacakan dalam upacara. Pada tahun 2011, UNESCO mengakui I La Galigo sebagai Memory of the World. Kisahnya juga pernah dipentaskan dalam produksi teater yang dibawakan ke berbagai negara.
Makna di balik kisah
Bagi masyarakat Bugis, I La Galigo bukan sekadar cerita. Ia menyimpan pandangan tentang asal-usul dunia, hubungan manusia dengan alam dan para dewa, serta nilai-nilai seperti keberanian, kehormatan, dan kesetiaan. Karena sangat panjang dan beragam, banyak orang mengenal hanya potongan-potongan ceritanya, dan rincian kisah dapat berbeda di tiap salinan naskah.
