R.A. Kartini
September 15, 2026Sultan Hasanuddin
September 17, 2026Cut Nyak Dien lahir pada tahun 1848 di Aceh Besar dalam keluarga bangsawan yang taat beragama. Ia tumbuh di tengah Perang Aceh, ketika rakyat Aceh berjuang mempertahankan tanah mereka dari Belanda.
Suami pertamanya, Teuku Cek Ibrahim Lamnga, gugur dalam pertempuran melawan Belanda. Kemudian ia menikah dengan Teuku Umar, dan keduanya berjuang bersama. Setelah Teuku Umar gugur pada 1899, Cut Nyak Dien memimpin sendiri perang gerilya di pedalaman.
Dalam keadaan tua dan kesehatan yang menurun, ia akhirnya ditangkap pada tahun 1905 dan diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat. Ia wafat di sana pada 1908. Cut Nyak Dien ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1964.
