Nilai Moral dalam Cerita Rakyat
September 14, 2026Cut Nyak Dien
September 16, 2026Raden Adjeng Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah, dalam keluarga bangsawan Jawa. Pada masa itu, anak perempuan pribumi hanya boleh bersekolah sampai usia tertentu, lalu menjalani masa pingitan di rumah.
Meski dipingit, Kartini terus belajar dan membaca. Ia berkirim surat dengan sahabat-sahabatnya di Belanda dan menuangkan gagasannya tentang pendidikan bagi perempuan, kebebasan berpikir, dan kemajuan bangsanya.
Surat-surat itu kemudian dibukukan dengan judul Door Duisternis tot Licht, yang dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Kartini wafat pada 17 September 1904 dalam usia 25 tahun.
Pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional pada tahun 1964, dan hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Kartini setiap 21 April.
