Sangkuriang
September 3, 2026Malin Kundang
September 5, 2026Timun Mas adalah dongeng populer dari Jawa tentang seorang gadis cerdik yang berhasil lolos dari kejaran raksasa. Kisahnya sering dibacakan kepada anak-anak karena penuh keberanian dan akal.
Janda yang mendambakan anak
Alkisah, di sebuah desa hiduplah seorang janda tua bernama Mbok Randa. Ia hidup sendirian dan sangat ingin memiliki anak. Setiap hari ia berdoa agar diberi keturunan yang bisa menemaninya di hari tua.
Suatu hari, seorang raksasa bernama Buto Ijo mendengar doanya. Ia memberi Mbok Randa sebutir biji timun dan berkata bahwa dari biji itu akan lahir seorang anak. Namun ada syaratnya: ketika anak itu sudah dewasa, ia harus diserahkan kepada Buto Ijo untuk dijadikan santapan. Karena terlalu menginginkan anak, Mbok Randa menyanggupi.
Timun emas yang berubah menjadi anak
Mbok Randa menanam biji itu, merawatnya, dan menunggu. Tanaman timun tumbuh subur, dan salah satu buahnya berwarna keemasan. Ketika dibelah, di dalamnya terbaring seorang bayi perempuan yang cantik. Mbok Randa menamainya Timun Mas dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang.
Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang baik hati dan rajin. Namun semakin dewasa ia, semakin gelisah hati Mbok Randa, sebab hari yang dijanjikan semakin dekat.
Empat bungkusan dari pertapa
Ketika Timun Mas menginjak dewasa, Mbok Randa pergi menemui seorang pertapa untuk meminta nasihat. Sang pertapa memberinya empat bungkusan kecil berisi biji timun, jarum, garam, dan terasi. Katanya, benda-benda itu akan menolong Timun Mas saat Buto Ijo datang.
Tak lama kemudian Buto Ijo benar-benar datang menagih janji. Mbok Randa menyuruh Timun Mas lari sambil membawa keempat bungkusan itu.
Pelarian yang menegangkan
Buto Ijo mengejar dengan langkah lebar yang mengguncang tanah. Ketika hampir tersusul, Timun Mas melemparkan biji timun. Seketika tumbuh kebun timun yang luas, dan Buto Ijo berhenti untuk makan hingga kekenyangan.
Ia kembali mengejar. Timun Mas melemparkan jarum, dan jarum itu berubah menjadi hutan bambu yang tajam. Buto Ijo menerobos dengan luka-luka. Lalu Timun Mas melemparkan garam, yang berubah menjadi lautan luas, tetapi raksasa itu tetap berenang menyeberang.
Terakhir, dengan napas hampir habis, Timun Mas melemparkan terasi. Terasi itu berubah menjadi danau lumpur mendidih. Buto Ijo terjebak dan tenggelam di dalamnya, lalu binasa.
Akhir yang bahagia
Timun Mas pulang dan memeluk Mbok Randa. Mereka hidup tenang tanpa rasa takut lagi. Dalam beberapa versi, cerita ini berakhir dengan Timun Mas menjadi gadis yang disegani seisi desa karena keberaniannya.
Versi lain dari cerita ini
Seperti dongeng lain, Timun Mas memiliki banyak versi. Perbedaannya biasanya ada pada isi bekal yang diberikan sang pertapa atau cara Buto Ijo dikalahkan, tetapi inti kisahnya tetap sama: seorang anak yang lolos dari ancaman besar dengan akal dan keberanian.
Mengapa kisah ini disukai anak-anak
Cerita ini mudah diikuti karena memiliki rintangan yang bertingkat: kebun timun, hutan bambu, lautan, dan danau lumpur. Setiap benda sederhana berubah menjadi penghalang, sehingga pembaca kecil belajar bahwa hal-hal kecil pun bisa menjadi kekuatan bila dipakai dengan cerdik. Di balik itu ada pula kasih sayang seorang ibu yang berusaha melindungi anaknya sampai akhir.
